Pendahuluan Transformasi pendidikan di Indonesia saat ini tengah berada pada fase yang krusial dengan hadirnya Kurikulum Merdeka. Sebagai sebuah paradigma baru, kurikulum ini dirancang untuk mengatasi krisis pembelajaran (learning crisis) dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di Kabupaten Cilacap—daerah terluas di Jawa Tengah yang memiliki demografi geografis yang unik mulai dari pesisir pantai selatan hingga pegunungan—implementasi Kurikulum Merdeka tentu membawa dinamika, tantangan, sekaligus peluang yang sangat beragam bagi para guru.
Bagi kita yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis Cilacap (KGUM), memahami esensi dan strategi penerapan Kurikulum Merdeka adalah sebuah keharusan. Artikel yang komprehensif ini akan mengupas tuntas tentang bagaimana wajah implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah Kabupaten Cilacap, mengidentifikasi tantangan yang sering muncul di lapangan, serta menawarkan solusi praktis dan contoh penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mengangkat kearifan lokal.
Mengapa Kurikulum Merdeka? Memahami Filosofi Dasarnya Sebelum melangkah pada teknis lapangan, mari kita segarkan kembali pemahaman kita tentang mengapa Kurikulum Merdeka diluncurkan. Esensi dari Kurikulum Merdeka berakar pada filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang “menuntun” segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Karakteristik utama Kurikulum Merdeka meliputi:
-
Fokus pada Materi Esensial: Mengurangi beban materi pelajaran yang terlalu padat sehingga guru memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
-
Pembelajaran Fleksibel (Diferensiasi): Guru memiliki kemerdekaan untuk melakukan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan (teaching at the right level), konteks, dan muatan lokal.
-
Pengembangan Karakter melalui P5: Pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Konteks Pendidikan di Kabupaten Cilacap: Sebuah Potret Keberagaman Kabupaten Cilacap memiliki karakteristik yang sangat unik. Di satu sisi, terdapat wilayah perkotaan industri yang maju. Di sisi lain, terdapat kawasan pesisir seperti Kampung Laut, hingga daerah dataran tinggi di wilayah barat (Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur) yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat.
Keberagaman geografis dan sosial-ekonomi ini berimbas langsung pada wajah pendidikan kita. Sekolah di pusat kota mungkin memiliki akses internet dan fasilitas digital yang mumpuni, namun bagaimana dengan rekan-rekan guru yang mengabdi di pelosok daerah pinggiran atau kepulauan? Inilah letak tantangan nyata implementasi Kurikulum Merdeka di Cilacap.
Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah Berdasarkan diskusi dan berbagi praktik baik di forum KGUM Cilacap, kita dapat memetakan beberapa tantangan utama yang dihadapi guru dan sekolah:
-
Kesenjangan Pemahaman dan Kesiapan SDM Guru Perubahan dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka membutuhkan pergeseran mindset (pola pikir). Masih banyak guru yang terbiasa dengan metode teacher-centered (berpusat pada guru) dan merasa kesulitan menyusun Modul Ajar, asesmen diagnostik, hingga menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
-
Fasilitas Infratruktur dan Akses Digital Platform Merdeka Mengajar (PMM) sangat diandalkan sebagai panduan utama Kurikulum Merdeka. Sayangnya, tidak semua wilayah di Cilacap memiliki sinyal internet yang stabil. Blank spot masih menjadi kendala di beberapa wilayah pelosok.
-
Kebingungan dalam Menjalankan Proyek P5 Penyusunan jadwal, alokasi waktu, penilaian (rubrik), hingga penentuan tema P5 kerap kali membuat bingung tim fasilitator proyek di tingkat satuan pendidikan. Terkadang proyek P5 terjebak pada sekadar “menghasilkan produk atau pameran” tanpa menyentuh esensi perkembangan karakter siswa.
Solusi Praktis dan Strategi Menghadapi Tantangan Tantangan bukan berarti jalan buntu. Komunitas pendidik Cilacap dikenal tangguh dan adaptif. Berikut adalah beberapa langkah solutif yang bisa diterapkan:
1. Optimalisasi Peran Komunitas Belajar (Kombel) Guru tidak bisa berjalan sendirian. Komunitas Belajar, baik di dalam sekolah maupun antar sekolah (seperti KGUM, KKG, dan MGMP), adalah kunci keberhasilan. Melalui komunitas, guru dapat:
-
Berbagi Modul Ajar yang sudah dimodifikasi.
-
Mendiskusikan solusi atas kendala di kelas.
-
Saling merefleksikan praktik pembelajaran yang telah dilakukan. KGUM Cilacap misalnya, bisa menjadi wadah bagi guru untuk mempublikasikan refleksi pembelajaran mereka dalam bentuk tulisan, yang nantinya bisa dibaca dan ditiru oleh guru lain.
2. Strategi “Amati, Tiru, Modifikasi” (ATM) di PMM Bagi guru yang masih bingung menyusun perangkat ajar, manfaatkanlah PMM. Jangan terbebani untuk membuat semuanya dari nol. Gunakan prinsip ATM. Unduh modul ajar atau contoh P5 yang ada di PMM, kemudian sesuaikan (modifikasi) dengan konteks sekolah dan ketersediaan fasilitas di lingkungan sekitar.
3. Pendekatan Asesmen Awal yang Sederhana Asesmen diagnostik (awal) tidak harus rumit atau menggunakan tes tertulis yang panjang. Guru bisa melakukannya melalui wawancara singkat, permainan, atau kuesioner sederhana untuk memetakan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) dan kesiapan belajar siswa.
Merancang P5 Berbasis Kearifan Lokal Cilacap Salah satu kekuatan Kurikulum Merdeka adalah keleluasaan mengangkat kearifan lokal. Kabupaten Cilacap sangat kaya akan budaya dan potensi alam. P5 harus menjadi jembatan agar siswa semakin mencintai dan memahami daerah asalnya.
Berikut adalah contoh ide tema P5 yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah Cilacap:
-
Tema: Kearifan Lokal (Fokus: Budaya dan Kesenian)
-
Topik Proyek: “Melestarikan Batik Tulis Cilacap” atau “Menelusuri Jejak Sejarah Benteng Pendem”.
-
Aktivitas: Siswa tidak hanya menggambar motif batik, tetapi belajar sejarahnya, mewawancarai perajin batik lokal, dan memahami nilai-nilai filosofis di dalamnya.
-
-
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan (Fokus: Ekologi Pesisir)
-
Topik Proyek: “Pahlawan Mangrove Cilacap” atau “Zero Waste di Kantin Sekolah”.
-
Aktivitas: Cocok untuk sekolah di daerah pesisir. Siswa meneliti ekosistem mangrove, dampak sampah plastik di pantai Teluk Penyu, dan membuat kampanye pelestarian lingkungan atau proyek daur ulang sampah jaring nelayan.
-
-
Tema: Kewirausahaan (Fokus: Potensi Maritim dan Pertanian)
-
Topik Proyek: “Kreasi Olahan Hasil Laut” atau “Inovasi Produk Gula Kelapa”.
-
Aktivitas: Siswa belajar menganalisis potensi bahan baku lokal, membuat produk (misal: abon ikan, stik rumput laut), mendesain kemasan, hingga belajar memasarkannya.
-
Peran Sinergis Orang Tua dan Masyarakat Kurikulum Merdeka juga menekankan konsep Tri Pusat Pendidikan, di mana sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bersinergi. Pihak sekolah perlu lebih proaktif mengomunikasikan perubahan kurikulum ini kepada orang tua murid. Orang tua perlu dipahamkan bahwa pada kurikulum ini, nilai berupa angka bukanlah satu-satunya tolok ukur, melainkan perkembangan karakter (Profil Pelajar Pancasila) dan kompetensi literasi-numerasi anak yang menjadi fokus utama.
Mengundang orang tua yang memiliki profesi tertentu (misalnya nelayan, petani, seniman, atau wirausahawan) sebagai “Guru Tamu” dalam kegiatan P5 adalah contoh pelibatan aktif masyarakat yang sangat berdampak positif.
Kesimpulan Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah Kabupaten Cilacap adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar. Berbagai keterbatasan fasilitas dan demografi harus dipandang sebagai kanvas kosong yang memicu kreativitas pendidik, bukan sebagai halangan.
Melalui wadah Komunitas Guru Menulis Cilacap (KGUM), mari kita terus menggaungkan praktik-praktik baik, menuliskan pengalaman kita dari ruang-ruang kelas, dan saling menginspirasi. Karena pada akhirnya, sehebat apapun sebuah kurikulum, ujung tombak keberhasilannya tetaplah berada di tangan seorang guru yang berdedikasi tinggi dan tulus mendidik anak-anak bangsa. Mari bersama-sama wujudkan merdeka belajar untuk anak-anak Cilacap yang berkarakter, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global.









Leave a Comment